Tugas, Klasifikasi, Kapasitas dan Kapabilitas Perbankan Syariah

Tugas dan Fungsi Perbankan Syariah

  • Menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
  • Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) wajib menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga baitul maal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lain dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat.
  • Bank Syariah dan UUS dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak pemberi wakaf (wakif). Pelaksanaan fungsi sosial tersebut diatur oleh undang-undang.

Klasifikasi Bank. Jenis bank berdasarkan fungsinya:

  • Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia bertugas mengatur kebijakan dalam bidang keuangan (moneter) dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.
  • Bank Konvensional adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional, dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat.
  • Bank Umum Konvensional, yaitu bank konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
  • Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank konvensional yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Bank hanya dapat menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk yang lainnya.
  • Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
  • Bank Pembiayaan Rakyat Syariah merupakan bank syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
  • Unit Usaha Syariah adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syaruah dan/atau unit syariah.

Jenis bank syariah berdasarkan kepemilikan mencakup Bank Umum Milik Negara (BUMN), Bank Umum Swasta (BUS), Bank Campuran, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagaimana umumnya. Sedangkan berdasarkan segmentasi terdapat pula Corporate Bank (berskala besar), Retail Corporate Bank (skala besar dan kecl), serta Retail Bank (berskala kecil). Selain itu, ada juga yang berstatus devisa (dapat melayani valuta asing dan transaksi internasional) dan non devisa (tidak memberikan layanan valuta asing dan transaksinya berskala domestik).

Kapasitas dan Kapabilitas Industri Perbankan

Industri perbankan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dapat dijadikan parameter karena:

  • Industri perbankan dapat berperan sebagai indikator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara karena perbankan adalah salah satu subsistem industri jasa keuangan yang berfungsi sebagai jantung atau motor penggerak roda perekonomian.
  • Industri yang salah satu modal utamanya sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat.
  • Realisasi bagi hasil bank syariah yang bisa berubah dapat dijadikan ukuran kinerja dan sinyal bagi nasabah (early warning system).

Hal ini menjadikan bank sebagai lembaga yang harus diatur secara ketat oleh pemerintah (high regulated organization), dan dalam praktiknya harus dikelola secara hati-hati (prudent) agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan, krisis moral dan krisis ekonomi.

Sumber : Buku Mengelola Bank Syariah (Ikatan Bankir Indonesia)

Advertisements

Tabungan iB : Menabung Sekaligus Berinvestasi

Produk tabungan di bank syariah menawarkan pengalaman baru dalam menyimpan uang secara aman dan sekaligus menguntungkan. Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan, yang bisa dipilih oleh penabung sesuai kebutuhannya. Tabungan iB dengan skema titipan bagi mereka yang mengutamakan keamanan dana dan kemudahan transaksi sehari-hari. Dan Tabungan iB dengan skema investasi bagi mereka yang menginginkan keamanan dana sekaligus memperoleh hasil investasi yang lebih tinggi.

Penabung dapat memilih Tabungan iB dengan skema titipan, dan uang yang “dititipkannya” kepada bank syariah bebas diambil setiap saat ketika ia membutuhkan dana. Jumlah uangnya dalam Tabungan iB akan tersimpan aman, karena bebas dari resiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.

Penabung yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi dapat memilih jenis Tabungan iB dengan skema investasi. Dana masyarakat yang terkumpul, akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Nilai imbal hasil ini fluktuatif, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di Tabungan iB tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (profit and loss sharing), namun didasarkan pada pendapatan (revenue sharing). Dengan pola revenue sharing, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan iB tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian.

Di samping itu, Tabungan iB dengan skema titipan maupun investasi ini juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tabungan iB, baik dengan skema titipan maupun skema investasi termasuk yang dijamin oleh LPS hingga nilai maksimal Rp.2 miliar.

Sumber : www.bi.go.id

Pinjaman iB dengan Agunan Emas

Pinjaman iB dengan agunan emas merupakan fasilitas pinjaman kepada nasabah bank syariah dengan jaminan berupa barang emas (logam mulia atau perhiasan) dengan mengikuti prinsip Rahn (Gadai Syariah) sesuai dengan fatwa DSN dan No.26/DSN-MUI/III/2002, tentang Rahn Emas.

Pada pinjaman iB dengan agunan emas ini terjadi tiga transaksi yaitu :

Pertama : Pinjaman yang diberikan diikat dengan akad qord (pinjaman tanpa ada kelebihan/riba dalam pengembaliannya)

Kedua : Penyerahan jaminan emas diikat dengan akad Rahn/ sebagai jaminan atas pinjaman yang telah diberikan

Ketiga : Atas penyimpanan jaminan emas tersebut diikat dengan akad Ijarah (sewa menyewa).

Produk pinjaman iB dengan agunan emas memberikan kemudahan kepada nasabah bank syariah untuk memperoleh pinjaman dengan persyaratan yang lebih mudah, proses yang lebih cepat, biaya relatif murah, dan bebas riba karena sesuai dengan syariah. Nasabah tinggal mendatangi bank syariah dengan membawa emas (baik berupa emas batangan, koin emas dan perhiasan emas) untuk dijadikan jaminan dan membawa bukti identitas diri yang masih berlaku.

Produk pinjaman iB dengan agunan emas dari bank syariah memberikan jaminan keamanan atas penitipan barang jaminan emas karena dikelola dengan standar keamanan perbankan dan mendapat perlindungan asuransi. Untuk itu nasabah wajib membayar biaya atas penyimpanan emas tersebut. Nasabah juga dapat melakukan perpanjangan (roll over) pinjaman iB dengan agunan emas dengan cara membayar kembali biaya penyimpanan baik dengan membayar seluruhnya atau membayar sebagian pinjaman (mengangsur) hingga lunas. Bank syariah akan menyediakan rekening khusus nasabah untuk menampung cicilan atau angsuran.

Sumber : www.bi.go.id

Mobile Banking iB

Sejalan dengan perkembangan internet yang pesat, bank syariah juga menawarkan gaya hidup modern melalui kemudahan akses jasa perbankan lewat Internet Banking iB. Dengan Internet Banking iB, nasabah bisa melakukan berbagai transaksi kapanpun dan dari manapun, rumah, kantor atau sewaktu terjebak macet di jalan raya.

Kehidupan modern yang sangat dinamis dengan mobilitas sangat tinggi, bahkan melintasi batas-batas ruang dan waktu, menuntut masyarakat untuk secara efektif dan efisien memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan memanfaatkan teknologi modern. Masyarakat dapat menggunakan ATM, telephon atau handphone bahkan internet untuk berhubungan dengan bank, tanpa harus repot-repot datang ke bank.

Nasabah bank syariah, khususnya nasabah Tabungan iB dapat menikmati fasilitas Mobile Banking iB selama 24 jam 7 hari seminggu untuk melakukan beragam transaksi, baik finansial maupun non finansial. Transaksi finansial antara lain transfer dana antar rekening atau antar bank, membayar pengeluaran rutin bulanan seperti zakat, listrik dan telephon/handphone, membeli pulsa isi ulang handphone, sampai membayar kartu kredit iB. Transaksi non finansial seperti informasi saldo, mutasi rekening, dan ganti pin. Mobile Banking iB dapat diakses dari ATM, handphone/telephone dengan Phone Banking iB, dan PC, notebook, netbook atau blackberry dengan Internet Banking iB.

Didukung lebih dari 6000 jaringan ATM Bersama dan 7000 jaringan ATM BCA, Mobile Banking iB memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi keuangan dan perbankan. Melalui jaringan ATM di seluruh Indonesia, nasabah cukup datang ke ATM terdekat untuk melakukan pembayaran tagihan rutin bulanan, memesan tiket pesawat dan masih banyak lagi.

Dengan iB Phone Banking, hadir lebih banyak kemudahan kepada masyarakat. Nasabah bisa mengakses rekening yang dimiliki melalui telephone dan handphone. Melalui SMS nasabah dapat melakukan berbagai transaksi perbankan semudah dan secepat mengirimkan SMS kepada orang terdekat. Atau dengan menghubungi call center bank syariah, nasabah dapat mengetahui mutasi rekening dan informasi saldo seluruh rekening yang dimiliki.

Sejalan dengan perkembangan internet yang pesat, bank syariah juga menawarkan gaya hidup modern melalui kemudahan akses jasa perbankan lewat Internet Banking iB. Dengan Internet Banking iB, nasabah bisa melakukan berbagai transaksi kapanpun dan dari manapun, rumah, kantor atau sewaktu terjebak macet di jalan raya.

Sumber : www.bi.go.id

KPR iB : Beragam Pilihan Semuanya Menguntungkan

Memiliki rumah sendiri adalah idaman semua orang, bahkan menjadi kebutuhan bagi yang sudah berkeluarga karena rumah adalah tempat melepas penat dan bertemu orang-orang terkasih setelah sibuk bekerja atau beraktivitas seharian. Namun harga rumah yang membubung menyebabkan jarang orang yang mampu membeli rumah secara tunai, sehingga membeli dengan angsuran atau menyewa adalah alternatif yang dapat dipilih.

Di bank syariah, tersedia beragam KPR iB yang bisa dipilih sesuai kebutuhan: KPR iB jual beli (Skema Murabaha), KPR iB sewa (Skema Ijarah), KPR iB sewa beli (Skema Ijarah Muntahiya Bittamlik-IMBT) dan KPR iB kepemilikan bertahap. Namun yang banyak ditawarkan oleh bank syariah adalah skema jual beli dan skema sewa beli.

KPR iB dengan skema jual beli memberi kepastian jumlah angsuran yang harus dibayar oleh nasabah setiap bulan. Nasabah tidak akan dipusingkan dengan masalah naiknya angsuran apabila terjadi kenaikan suku bunga pasar karena besarnya nilai angsuran tetap sampai masa angsuran selesai. Harga jual rumah ditetapkan di awal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Misalnya harga beli rumah sebesar Rp.100 juta. Untuk jangka waktu 5 tahun, bank syariah misalnya mengambil keuntungan/margin sebesar Rp.50 juta. Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran 5 tahun adalah sebesar Rp.150 juta. Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp.150 juta dibagi 60 bulan = Rp.2,5 juta.

KPR iB dengan skema sewa beli memberi opsi kepada nasabah untuk menyewa rumah yang diinginkannya dan akhirnya dapat ia miliki di akhir masa sewa. Dalam skema ini, harga sewa ditentukan secara berkala berdasarkan kesepakatan antara bank dengan nasabah. Umumnya digunakan untuk pembiayaan KPR iB berjangka waktu panjang, misalnya 15 tahun. Dalam 2 tahun pertama biaya sewa rumah misalnya ditetapkan sebesar Rp.1,5 juta per bulan. Untuk 2 tahun kedua disepakati sebesar Rp.2 juta per bulan, begitu juga untuk tahun-tahun selanjutnya harga akan direview dan ditetapkan biaya sewa per bulannya. Pada akhir tahun ke-15 nasabah dapat membeli rumah yang disewa, misalnya dengan harga Rp.20 juta.

Untuk kedua jenis KPR iB tersebut maupun jenis lainnya, nasabah juga diuntungkan ketika ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir. Karena bank syariah tidak akan mengenakan pinalti.

Sumber : www.bi.go.id

KKB iB : Pembiayaan Kepemilikan Kendaraan Bermotor iB

Memiliki mobil atau motor saat ini bukan lagi sekedar masalah gengsi. Bagi sebagian orang terutama di kota-kota besar, mobil/motor adalah alat transportasi penting yang masuk dalam kelompok kebutuhan sehari-hari. Kenaikan BBM yang berimbas kepada peningkatan biaya transportasi umum dapat disiasati dengan memiliki mobil atau motor pribadi. Selain dapat mengatur waktu sendiri, karena tidak harus menyesuaikan dengan jadwal kendaraan umum, kita juga dapat menikmati perjalanan atau kemacetan dengan lebih nyaman.

Harga mobil atau motor saat ini memang cukup mahal. Bagi yang punya cukup uang cash tentu bukan masalah untuk memiliki mobil/motor secara tunai. Tapi buat yang memiliki penghasilan pas-pasan, memiliki motor apalagi mobil memerlukan kesabaran dan kedisiplinan menabung bertahun-tahun. Namun sekarang, memiliki mobil/motor idaman tidak lagi sekedar angan- angan lagi. Fasilitas pembiayaan KPM iB dari bank syariah akan membantu masyarakat untuk mewujudkan keinginan dengan memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat untuk memiliki mobil atau motor.

Pembiayaan KPM iB menggunakan konsep syariah murabahah(jual beli) yaitu Skema pembiayaan dengan akad jual beli barang yang dilakukan dengan menyertakaan harga perolehan ditambah margin yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Nasabah dapat merencanakan cashflow keuangan rumah tangganya, karena besarnya cicilan/angsuran KPM iB yang harus dibayar bersifat tetap sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan sejak awal sampai akhir masa pembiayaan sehingga memberikan ketenangan dan kepastian jumlah pembayaran (angsuran) bagi nasabah. Besarnya cicilan diseuaikan dengan kemampuan nasabah. Demikian juga jangka waktu pembiayaan. Di beberapa bank syariah menawarkan pembiayaan KPM iB sampai dengan 8 tahun untuk merek kendaraan dari negara tertentu.

Untuk mendapatkan pembiayaan KPM iB dari bank syariah persyaratannya juga sangat mudah dan ringan antara lain uang muka yang ringan, minimal 10-25% dari harga on the road untuk mobil baru dari merek negara tertentu dan minimal 20% dari nilai transaksi bank untuk mobil lama.. Proses administrasi juga relatif lebih cepat dan mudah mudah. Pembayaran angsuran KPM iB dapat dilakukan dengan autodebet rekening, sehingga nasabah tidak perlu repot-repot lagi. Pembayaran angsuran juga sudah dapat dilakukan secara on line melalui jaringan ATM Bersama dan ATM Prima.

Keuntungan lain yang akan diperoleh nasabah yang mengambil pembiayaan KPM iB adalah perlindungan asuransi syariah. Beberpa bank syariah yang sudah menjalin hubungan baik dengan perusahaan asuransi syariah juga menawarkan beberapa fasilitas menarik seperti, bebas biaya premi tahun pertama, bonus perlindungan asuransi untuk kasus/risiko khusus seperti kebakaran, huru-hara dan lain-lain. Dan bagi nasabah yang ingin melunasi KPM iB lebih cepat dari waktu perjanjian tidak akan dikenakan denda atau bebas pinalti pelunasan sebelum jatuh tempo.

Sumber : www.bi.go.id

Kartu Kredit iB: Sesuai Syariah, Bisa Dipakai di Seluruh Dunia

Salah satu ciri dari gaya hidup modern adalah serba cepat dan efisien. Misalnya saja penggunaan kartu sebagai alat pembayaran, sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern sebagai pengganti uang di dompet yang tebal dan tentu saja lebih tidak aman. Bank syariah tidak mau ketinggalan dalam menyediakan solusi bagi kebutuhan masyarakat modern ini, dengan menghadirkan Kartu Kredit iB.

Kartu Kredit iB, seperti kartu kredit pada umumnya, dapat digunakan untuk berbelanja di berbagai merchants, menarik uang tunai melalui ATM, membayar berbagai tagihan (listrik, air, telepon, tv kabel, membayar biaya kuliah), untuk membeli tiket pesawat terbang maupun mengisi ulang pulsa handphone. Pemegang Kartu Kredit iB menikmati layanan dan fasilitas yang sama mudahnya dengan pemegang kartu kredit pada umunya. Hal ini karena Kartu Kredit iB didukung juga oleh Master Card International, sehingga dapat digunakan di hampir 30 juta merchant dan mesin ATM berlogo Master Card atau Cirrus di seluruh dunia.

Kartu Kredit iB yang saat ini ada didukung oleh 3 jenis skema perjanjian yang menjadi dasar kesyariahannya. Jenis perjanjian terdiri dari, yaitu: penjaminan atas transaksi dengan merchant, atau pinjaman dana atas fasilitas penarikan uang tunai, atau sewa atas jasa sistem pembayaran dan pelayanan. Atas skema yang dipilihnya, bank syariah penerbit kartu mengenakan fee kepada pemegang kartu. Bagaimana menetapkan fee tersebut? Untuk fasilitas transaksi dengan merchant, besarnya fee didasarkan pada nilai transaksi sehingga bersifat fluktuatif. Meskipun komponen fee banyak, namun dari sisi nominal, fee yang dikenakan oleh Kartu Kredit iB lebih rendah dibandingkan suku bunga yang dikenakan kartu kredit umumnya. Jadi pengguna Kartu Kredit iB dapat menikmati keuntungan dari lebih rendahnya fee tersebut dibandingkan dengan kartu kredit lain.

Apakah ada denda atas keterlambatan pembayaran kartu kredit iB? Tentu saja, karena hal ini dimaksudkan untuk mendidik kedisiplinan pemegang kartu. Namun demikian, penerimaan denda ini tidak untuk keuntungan bank syariah dan tidak dimasukkan ke dalam pendapatan bank syariah. Bank syariah akan menyalurkan seluruh penerimaan denda ke sektor-sektor sosial.

Dengan keunikan Kartu Kredit iB, kemudahan fasilitas serta layanan seluas kartu kredit lainnya, dan fee yang relatif lebih ringan. Kartu Kredit iB sangat layak untuk dijadikan salah satu alat pembayaran non tunai anda.

Sumber : www.bi.go.id