Doa Mohon Kesabaran dan Perlindungan

f78d520832da5d6eaa30476af9cf2044

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafr.” (QS Al-Baqarah :250)

Doa Mohon Ditetapkan Dalam Iman

hqdefault

 

 

 

 

 

 

 

 

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”
(QS Ali ‘Imrân : 8)

  • Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. sering membaca doa ini ketika beliau bangun pada pagi hari. (Tafsir Ibnu Katsir, 1:356)
  • Doa ini harus menjadi pegangan setiap Muslim dalam menjalani hidup. Selama kita mengikuti petunjuk Allah Ta’ala, akan selamatlah kita, demikian pula sebaliknya. Maka, kita tidak boleh memperturutkan hawa nafsu agar tidak sesat. Sesungguhnya, tidak ada hidup yang paling sengsara daripada sesat setelah sebelumnya mendapatkan petunjuk. (Tafsir Al-Azhar, Hamka)

Do’a Memohon Segala Ampunan

%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87%d9%85-%d8%a7%d8%ba%d9%81%d8%b1-%d9%84%d9%8a-%d8%ae%d8%b7%d9%8a%d8%a6%d8%aa%d9%8a-%d9%88%d8%ac%d9%87%d9%84%d9%8a

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam biasa membaca do’a:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan. (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719)

Doa Mensyukuri Nikmat Allah

tumblr_nlbb2sh7xz1r0i07vo1_500

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Tuhanku, berikanlah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Do’a dari QS. Al-Ahqaf, 46: 15)

Ada pelajaran yang berharga di dalam doa ini,

Pertama, kita sangat membutuhkan petunjuk dengan memohon sepenuh harapan, agar dapat mensyukuri nikmat-nikmat Allah Ta’ala. Kita perlu untuk dapat mensyukuri, perlu pula petunjuk agar dapat bersyukur dengan benar sesuai tuntunan. Semoga dengan itu, rasa syukur kita menjadikan Allah Ta’ala berkenan menambah dan menambahkan lagi nikmat-Nya serta barakah atas nikmat tersebut.

Kedua, kita berusaha bersyukur atas segala nikmat yang dapat kita rasakan maupun yang tidak sanggup kita rasakan. Sesungguhnya memiliki ilmu agama dengan lurus merupakan rezeki, mengenali kebenaran merupakan rezeki, mampu menjauhi keburukan juga rezeki. Ringkasnya segala yang mendekatkan kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan adalah rezeki. Kita perlu mensyukuri semua itu, baik atas nikmat yang dikaruniakan kepada kita maupun nikmat yang Allah Ta’ala limpahkan bagi kedua orangtua kita.

Ketiga, memperbaiki hubungan kita dengan kedua orangtua, membaguskan bakti kita kepada mereka, membahagiakan mereka dan berusaha agar mereka ridha kepada kita. Jika orangtua sudah tiada, kita mendo’akan dan melakukan amal shalih atas nama mereka. Sesungguhnya, hal terpenting dari rangkaian do’a ini adalah memohonkan kebaikan bagi orangtua dan memperbaiki bakti kita kepada keduanya.

Keempat, memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar Ia mampukan kita mengerjakan amal shalih yang Allah Ta’ala ridhai (وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ). Ini sekaligus mengisyaratkan kepada kita betapa pentingnya ilmu agar dapat beramal shalih yang benar-benar Allah Ta’ala ridhai. Dan merupakan jalan yang perlu kita upayakan bagi baiknya keturunan sepeninggal kita. Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengharap dengan sangat, memohon dengan segala kehinaan kita pinta yang kelima, yakni dibaguskannya anak keturunan kita.

— Disampaikan oleh Ust. Moh. Fauzil Adhim

Doa Agar tak Bergantung Kepada Siapapun Selain Allah

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, rahmat-Mu yang kuharapkan. Maka janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata. Dan perbaikilah seluruh keadaanku. Tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Engkau.” (Do’a dari hadis shahih riwayat Abu Dawud)

Do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam ini mengingatkan kita kepada do’a lainnya riwayat Tirmidzi dan Ahmad:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkanlah aku dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkanlah (kayakan) aku dengan keutamaan rezeki-Mu sehingga tidak perlu aku kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Kedua do’a tersebut mengajarkan kepada kita untuk berusaha dengan sungguh-sungguh seraya memohon pertolongan kepada Allah Jalla wa ‘Ala agar tidak bergantung kepada siapa pun, selain hanya kepada Allah Ta’ala. Bahkan terhadap diri sendiri sekali pun.

Doa Agar Tak Tertipu Persepsi Diri Sendiri

images-1

ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﺭِﻧَﺎ ﺍﻟﺤَﻖَّ ﺣَﻘّﺎً ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ اتِبَاﻋَﺔَ ﻭَﺃَﺭِﻧَﺎ ﺍﻟﺒَﺎﻃِﻞَ ﺑَﺎﻃِﻼً ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ ﺍﺟْﺘِﻨَﺎﺑَﻪُ

“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya.”

Inilah do’a untuk memohon kepada Allah Ta’ala penjagaan dari mempersepsi kebatilan sebagai kebenaran. Kita berlindung dari salah persepsi. Maka bagi seorang mukmin, do’a ini juga peringatan bagi diri sendiri agar tidak memperturutkan persepsi. Harus senantiasa kita uji. Kita memohon petunjuk dari Allah Ta’ala dan kekuatan agar tak terperosok dalam ghurur (terkelabuinya diri) dari menyangka bahwa yang penting dari segala sesuatu adalah bagaimana kita mempersepsi.

Dalam do’a tersebut, kita juga memohon rezeki kepada Allah Ta’ala untuk dimampukan mengikuti kebenaran. Menjalankan secara serius. Betapa banyak orang yang mengetahui kebenaran, tetapi justru berjalan menjauhinya. Maka, kita memohon kekuatan kepada Allah Ta’ala. Kita juga memohon kepada Allah Ta’ala agar ditunjukkan bahwa yang batil itu batil sekaligus memohon rezeki berupa kemampuan menghindari.

Doa Setelah Membaca Al-Qur’an

tumblr_nk6deuPm3v1u78m5xo1_500

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran yang agung, jadikanlah ia bagiku ikutan cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam.”