Tadabbur QS. An Nuur : 59-61

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

(٥٩) وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفٰلُ مِنكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ كَمَا اسْتَـْٔذَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

  1. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin.(569) Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

=== 569. Anak-anak dari orang merdeka yang bukan mahram yang telah balig, haruslah meminta izin terlebih dahulu jika hendak masuk ke kamar tidur orang tua, seperti cara orang-orang yang disebut dalam ayat 27 dan 28 surah ini.

وَالْقَوٰعِدُ مِنَ النِّسَآءِ الّٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجٰتٍۭ بِزِينَةٍ ۖ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٦۰)

  1. Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi) maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar)(570) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.

=== 570. Pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat.

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالَاتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَفَاتِحَهُ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ َ (٦١)

  1. Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya (571) atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti.

=== 571. Rumah yang diserahkan kepada kamu untuk mengurusnya.

Tadabbur Ayat :

Ayat 59-61 meneruskan penjelasan ayat 58 terkait sebagian etika di rumah.

  1. Anak-anak yang sudah dewasa wajib meminta izin terlebih dahulu jika mereka hendak masuk ke kamar orang tua mereka, sebagaimana cara yang dijelaskan pada ayat 58. Ini adalah sistem Allah yang nyata manfaatnya  dan sangat bijaksana.
  2. Wanita-wanita yang sudah tua dan tidak ada lagi hasrat untuk menikah, dibolehkan membuka sebagian pakaian luar, tanpa berdandan. Namun demikian, menjaga kesucian dengan menutup semua aurat lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar isi hati mereka dan Maha Mengetahui tingkah laku mereka.
  3. Di zaman Nabi Saw. ada orang yang tidak mau makan bersama anggota keluarga yang cacat seperti buta, pincang dan sakit, karena takut memakan hak makanan mereka. Mereka khawatir lebih cepat makan dari saudara-saudara yang cacat itu. Setelah turun ayat ini maka dibolehkan makan bersama mereka untuk merealisasikan makna ukhuwah dan kebersamaan.
  4. Begitu pula di zaman Nabi Saw. banyak yang tidak mau makan sendirian, kecuali jika ditemani, khususnya di rumah ibu, bapak, saudara laki-laki, saudara perempuan, saudara laki-laki dari bapak, saudara perempuan dari bapak, saudara laki-laki dari ibu, saudara perempuan dari ibu, atau rumah yang diamanahkan untuk menjaganya, atau teman akrab. Setelah turun ayat ini dibolehkan makan di rumah-rumah tersebut di atas, baik makan bersama-sama ataupun sendiri-sendiri.
  5. Sebelum masuk ke dalam rumah sendiri hendaklah memberi salam terlebih dahulu sebagai ucapan penghormatan yang penuh berkah dan kebaikan dari Allah Ta’ala. Salamnya ialah: as-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibadillāhis-shalihīn. Selamat sejahtera bagi kami dan hamba-hamba Allah yang saleh.
  6. Sistem-sistem Allah tersebut sangat jelas manfaatnya bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya dengan baik.

Sumber : Mushaf Tadabbur – Ust. Fathuddin Ja’far, MA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s