Pengenalan Awal Ilmu Sharaf

Apa itu tashrif?

  • Tashrif adalah perubahan bentuk kata dari bentuk asalnya menjadi bentuk lain berdasarkan wazan.

Apa itu wazan?

  • Wazan adalah timbangan, acuan atau rumus baku, dimana nantinya setiap kata akan mengikuti rumus atau aturan baku tersebut.

Apa itu tsulatsy mujarrad?  Sebutkan 3 contoh!

  • Tsulatsy mujarrad adalah kata kerja dasar yang tersusun atas 3 huruf. Contoh : فَعَلَ , كَتَبَ , عَلِمَ

Apa itu tsulatsy mazid?  Sebutkan 3 contoh!

  • Tsulatsy mazid adalah kata kerja yg asalnya tersusun dari 3 huruf tetapi memiliki 1, 2 atau 3 huruf tambahan. Contoh : فَعَّلَ , تَفَعَّلَ , اِسْتَفْعَلَ

Apa yang dimaksud dengan rumus “batu kali mana bisa turun sendiri” atau “aku yakin hanya dia untukku kini”?

Kedua kalimat tersebut dapat dijadikn rumus tashrif tsulatsy mujarrad untuk fi’il madhi dan fi’il mudhori dr bab 1 – 6 dengan melihat huruf vokal dari tiap katanya sebagai harokat ع fi’il.

  • bAtU / AkU (bab 1)             فَعَلَ》  يَفْعُلُ
  • kAlI /yAkIn (bab 2)             فَعَلَ 》  يَفْعِلُ
  • mAnA / hAnyA (bab 3)        فَعَلَ 》يَفْعَلُ
  • bIsA / dIA (bab 4)                 فَعِلَ 》 يَفْعَلُ
  • tUrUn / UntukkU (bab 5)  فَعُلُ》  يَفْعُلُ
  • sendIrI / kInI (bab 6)          فَعِلُ》  يَفْعِلُ

Apa yang dimaksud dengan rumus “Ujub diri bisa hina diri”?

Kalimat tersebut dapat dijadikan rumus tashrif tsulatsy mujarrad untuk fi’il amar dari bab 1 – 4 dan bab 6 dengan melihat huruf vokal dari tiap katanya sebagai harokat ا dan ع fi’il.

  • UjUb (bab 1)      اُفْعُلْ
  • dIrI (bab 2)        اِفْعِلْ
  • bIsA (bab 3)       اِفْعَلْ
  • hInA (bab4)       اِفْعَلْ
  • dIrI (bab 6)        اِفْعِلْ

Apa yang dimaksud dengan rumus  “aku makin sayang sama abi”?

Kalimat tersebut dapat dijadikan rumus tashrif tsulatsy mujarrad untuk fi’il nahiy dari bab 1 – 4 dan 6 dengan melihat huruf vokal dari tiap katanya sebagai harokat ت dan ع fi’il.

  • AkU         لاَ تَفْعُلْ
  • mAkIn    لاَ تَفْعِلْ
  • sAyAng   لاَ تَفْعَلْ
  • sAmA      لاَ تَفْعَلْ
  • AbI           لاَ تَفْعِلْ

Bagaimana cara mengetahui suatu fi’il masuk bab 1, 2, dst?

Tidak ada kaidah khusus untuk menentukannya, sehingga harus dihapalkan. Namun, dapat dilakukan pengelompokkan yg lebih sempit berdasarkan bentuk katanya, seperti:

  • jika ditemukan fi’il berbentuk فَعَلَ maka bisa jadi termasuk bab 1, 2 atau 3
  • jika ditemukan fi’il berbntuk فَعِلَ maka bisa jadi termasuk bab 4 atau 6, namun satu2nya fi’il yang termasuk bab 6 adl حَسِبَ sehingga selainnya termasuk bab 4
  • jika ditemukan bentuk fi’il فَعُلَ sudah jelas termasuk bab 5.

Kenapa bab 5 tidak memiliki isim fail, maful, fiil amar dan fi’il nahiy?

  • Karena pada dasarnya fi’il bab ke 5 adalah kata sifat sehingga tidak memiliki isim fail, maful, fiil nahiy dan fiil amar karena secara makna tidak dapat diterima.

Apa perbedaan tashrif fi’il dengan tashrif isim?

  • Tashrif fi’il perubahannya berdasarkan perubahan bentuk kata (fi’il madhi 》fi’il mudhari dst) dan kata gantinya,
  • Tashrif isim perubahannya berdasarkan jumlah dan jenis.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s