Bentuk Tarbiyah dari Allah

Diantara bentuk tarbiyah Allah kepada kita adalah:

Boleh jadi Allah menguji kita dengan keburukan yang dilakukan oleh orang-orang sekitar kita agar hati kita tidak bergantung kepada mereka, baik mereka adalah ibu kita, ayah kita, saudara kita atau sahabat kita. Hal itu agar hati kita hanya bergantung kepada-Nya saja.

Boleh jadi Allah menguji kita dalam rangka menampakkan kemuliaan kesabaran kita, keridhaan kita, dan juga kesempurnaan keyakinan kita terhadap-Nya. Apakah kita ridha kepada Allah karena Ia telah memberi kita, ataukah kita yakin bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Bijaksana dan Maha Penyayang?

Boleh jadi Allah menguji kita dengan menahan rezeki yang kita minta. Sebab Ia tahu bahwa rezeki tersebut menjadi sebab kerusakan urusan agama dan dunia kita, atau waktunya belum tepat dan ia akan memberikannya kepada kita pada saat yang paling indah dalam kehidupan kita.

Boleh jadi Allah mencabut nikmat yang sedang kita rasakan sebab Ia tahu hati kita telah menjadi tawanan dunia. Selanjutnya Allah menampakkan kepada kita hakikat dunia yang fana agar kita bersikap zuhud akan dunia dan selalu merindu kepada surga.

Allah mengetahui bahwa hati kita sedang sakit dan kita tak mampu mengobatinya. Selanjutnya ia menguji kita dengan berbagai kesulitan yang dengannya ia mengeluarkan penyakit-penyakit tersebut. Meski kita merasakan sakit saat prosesnya, namun kita akan tersenyum bahagia sesudahnya.

Allah akan mengulur waktu untuk mengabulkan permintaan kita hingga habis semua usaha kita dan kita putus asa dari mendapatkan keadaan yang lebih baik, selanjutnya Allah memperbaikinya buat kita dari jalan yang tidak kita sangka agar kita mengerti siapa sebenarnya Zat Yang Maha memberi nikmat kepada kita.

Boleh jadi Allah memperpanjang masa ujian kita dan di tengah ujian tersebut Ia memperlihatkan kepada kita akan kelembutan, perhatian dan kelapangan dada yang semua itu akan memenuhi hati-hati kita akan makrifah tentang-Nya, sehingga cinta-Nya kepada kita akan memenuhi hati kita.

Saat kita melaksanakan ibadah dalam rangka meraih kenikmatan dunia, maka Allah akan menghalangi dunia itu dari kita, sehingga rasa ikhlas kembali lagi pada hati kita dan agar kita terbiasa beribadah kepada Rabb Yang Maha Penyayang, selanjutnya Ia akan memberi sesuatu kepada kita sedang hal itu tiada membuat-Nya sulit.

— Dr. Taufiq ar-Raqb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s